‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan Muslim yang peduli terhadap isu-isu sosial dan keagamaan yang didirikan pada tanggal 19 Mei 1917. ‘Aisyiyah merupakan organisasi otonom khusus Muhammadiyah, sebagai sarana bagi perempuan Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera yang sesuai dengan ajaran Islam.

Saat ini ‘Aisyiyah memiliki jutaan anggota, baik di dalam maupun luar negeri, dengan organisasi yang terdiri dari 34 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) di tingkat Provinsi, 452 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) di tingkat Kabupaten/ Kota, 2.940 Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah di tingkat Kecamatan dan 8.322 Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah di tingkat Desa/ Kelurahan. Selain itu ‘Aisyiyah juga memiliki 5 Cabang Istimewa, di Mesir, Malaysia, Taiwan, Australia, dan Belanda.

Dalam bidang pendidikan ‘Aisyiyah memililiki ratusan insitusi pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Sementara di bidang kesehatan ‘Aisyiyah memiliki 15 Rumah Sakit Umum, 7 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 64 Rumah Sakit Bersalin, 27 Balai Pengobatan, 44 Balai Kesehatan Ibu dan Anak, 3 apotik dan 52 Posyandu di bawah binaan ‘Aisyiyah.

Selain amal usaha, ‘Aisyiyah juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, yaitu program kesejahteraan sosial (taman asuh, rumah singgah untuk anak jalanan, dan panti asuhan), ekonomi mikro (simpan pinjam dan usaha kecil) dan kesehatan (kesehatan ibu dan anak, imunisasi, kesehatan reproduksi, kesehatan lingkungan, HIV dan AIDS, penanggulangan Malaria dan Tuberkulosis).


‘Aisyiyah dan Perjalanan Program Penanggulangan TBC-HIV


Ronde 1 dan 5 (2003-2008)

Dengan potensi dan gerakan komunitasnya, Aisyiyah mulai berkiprah di bidang pengendalian Tuberkulosis (TBC) dengan dukungan The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria /GFATM dengan menjadi penerima dana sekunder atau Sub-Recipient/ SR atau dari Penerima Hibah Utama atau Principal Recipient/ PR Kementerian Kesehatan di Ronde 1 dan Ronde 5 selama kurun waktu 2003-2008. Program dilaksanakan di 31 Provinsi wilayah Aisyiyah, dan melibatkan 20 Rumah Sakit milik Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam Program Pengendalian TBC.

Kegiatan Ronde 1 antara lain advokasi kepada “para pengambil kebijakan” di Pimpinan Muhammadiyah-Aisyiyah; advokasi terhadap pihak-pihak terkait dalam program untuk mengendalikan TBC, serta pelatihan DOTS bagi tenaga kesehatan. Sedangkan pada Ronde 5, kegiatan di ’Aisyiyah menjadi lebih spesifik yaitu memperluas jejaring advokasi melalui pelatihan kader bagi Mubaligh-Mubalighot untuk memperkuat peran kader kesehatan ‘Aisyiyah di desa.


Ronde 8 – Community TBC-HIV Care ‘Aisyiyah (2009-2013)

Pada ronde 8, tahun 2009-2013, ‘Aisyiyah terpilih menjadi mitra GFATM sebagai PR. Program diberi nama Community TBC Care ‘Aisyiyah. Dalam program ini ‘Aisyiyah mengkoordinasikan 23 SR, melibatkan 16 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah dan 6 mitra yakni PKPU, TBC Care Yarsi, LKC, LKNU, Perdhaki NTT, dan KMP Sidobinangun.


Ronde SSF (2014-2016)

‘Aisyiyah kembali dipercaya GFATM sebagai PR di Ronde SSF pada tahun 2014-2016. Dalam ronde ini ‘Aisyiyah bergerak di 12 Provinsi di 48 kabupaten dan bermitra dengan PKPU, TBC Care Yarsi dan KMP Sidobinangun.


Ronde NFM (2016-2017)

Pada tahun 2016, GFATM menerapkan pola dan strategi baru yang disebut New Funding Model (NFM/ model pendanaan baru). Kembali ‘Aisyiyah dipilih sebagai PR untuk mengelola program di 25 Provinsi dan 160 Kabupaten/ kota.
Dalam periode NFM, ‘Aisyiyah tidak hanya fokus di penanggulangan TB dan TB MDR namun juga pendampingan TB HIV. Program dikembangkan menjadi Community TBC – HIV Care ‘Aisyiyah. Dalam NFM juga dikembangkan kegiatan Community System Strengthening (Penguatan Sistem Komunitas) dan Removing Legal Barrier (Penghapusan Hambatan Hukum) bagi Pasien TBC-HIV. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sistem organisasi masyarakat hingga akhirnya mampu secara mandiri menanggulangi TBC dan HIV di lingkungannya.


Ronde New Implementation Period (NIP) 2018-2020

Memasuki Ronde New Implementation Period (NIP) yang dimulai tahun 2018, ‘Aisyiyah kembali mendapat kepercayaan dari GFATM. Periode ini bertujuan mengintensifkan program dan mengefisienkan dana bagi penanggulangan TBC melalui penemuan kasus secara aktif.


Peran Community TBC Care ‘Aisyiyah:

  • Peta Sebaran Program dan Kader 2019
  • Melaksanakan investigasi kontak berdasarkan data dari Dinkes dan Puskesmas
  • Skrining dan pencegahan TBC di UKBM untuk anak-anak dan lansia
  • Dukungan pengobatan dan pelacakan mangkir di fasilitas kesehatan. Partisipasi pendukung teman sebaya (mantan pasien) untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah mangkir
  • Advokasi untuk mengintegrasikan TBC sebagai prioritas tinggi untuk perencanaan, penganggaran, dan kebijakan kabupaten/ kota
  • Kampanye kesadaran untuk meningkatkan perilaku mencari pengobatan dan perawatan


Tujuan program NIP

  • Penguatan kepemimpinan dalam program TBC di tingkat nasional dan sub-nasional dalam mendukung pencapaian akses universal pengobatan TBC.
  • Meningkatkan deteksi dan notifikasi semua bentuk TBC Dari 129/ 100.000 populasi di tahun 2015 menjadi 240/ 100.000 populasi pada tahun 2020
  • Memastikan keberhasilan pengobatan 90% untuk pengobatan penderita sensitif terhadap obat TBC di fasyankes pemerintah maupun non pemerintah pada tahun 2020.

Tujuan Community TBC-HIV Care ‘Aisyiyah adalah mendukung pencapaian akses pengobatan bagi penderita TBC melalui:

  • Kegiatan kontak investigasi untuk deteksi dini terduga TBC
  • Memberikan pendampingan pada penderita TBC agar berobat teratur hingga sembuh
  • Mendorong perubahan kebijakan dan penganggaran dalam penanggulangan TBC.